Palu, Notesa Sulteng — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Sosial RI yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Kunjungan spesifik tersebut berlangsung di Gedung Polibu, Kamis (9/4/2026), dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, bersama sejumlah kepala daerah dari wilayah terdampak.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Arnila H. Moh Ali, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat melalui Komisi VIII DPR RI merupakan bentuk perhatian nyata terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana di berbagai daerah.
Adapun wilayah yang menerima perhatian dan bantuan tersebut meliputi Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Tolitoli, serta Kabupaten Tojo Una-Una.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana,” ujar Arnila.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa upaya penanggulangan bencana tidak hanya berhenti pada respons darurat, tetapi juga harus diperkuat melalui strategi mitigasi yang terencana dan berkelanjutan.
“Kesiapan logistik, sistem peringatan dini, serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat. Dengan demikian, penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi,” tambahnya.
DPRD Provinsi Sulawesi Tengah memandang kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana dan memastikan distribusi bantuan sosial berjalan efektif, transparan, dan tepat sasar
Sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, Sulawesi Tengah dinilai masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat, baik dari sisi kebijakan, anggaran, maupun program strategis lainnya guna meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana di masa mendatang



